Minggu, 04 Mei 2008

MEMPERSIAPKAN PERNIKAHAN SECARA KRISTIANI

Dalam tulisan ini penulis akan menyajikan beberapa pembahasan mengenai bagaimana mempersiapakan suatu pernikahan kristen. Pembahasan penulis tersebut meliputi pengertian dari mempersiapkan pernikahan kristen, tujuan dari mempersiapkan pernikahan dan hal-hal yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan pernikahan secara kristiani. Adapun penjelasan mengenai mempersiapkan pernikahan secara kristiani tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

Pengertian Mempersiapkan Pernikahan secara Kristiani
Persiapan berarti melakukan sesuatu untuk menyongsong atau menyambut suatu peristiwa, dalam hal ini pernikahan. Persiapan pernikahan yang benar memerlukan pandangan dari berbagai pihak terutama orang tua. Mempersiapkan pernikahan secara Kristen berarti membuat rancangan-rancangan akan apa yang harus dilakukan setelah pasangan berkomitmen untuk melanjutkan hubungannya ke arah yang lebih lanjut maupun setelah ia dan pasangannya berjanji setia dalam pernikahan kudus. Oleh karena itu pasangan yang telah menetapkan diri siap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan perlu membuat berbagai persiapan dalam melangsungkan acara pernikahan maupun mempersiapkan diri dari kekagetan dan keterkejutan atas kehadiran orang lain(pasangan) dalam hidupnya.
Pernikahan bukanlah ikatan yang sembarangan, sebab Allah sendiri yang menjadi saksi dalam pernikahan yang pertama. Maka dari itu dalam mempersiapkan segala sesuatunya kita harus berdoa dan meminta Tuhan memberikan yang terbaik. Apabila kita telah menyerahkan segala sesuatunya supaya Tuhan sendiri yang mengaturnya, pastilah Tuhan akan memberikan yang terbaik dan terindah bagi kita dan pasangan. Intinya dalam mempersiapkan pernikahan Roh Kudus harus diundang dan menjadi dasar dalam mengambil keputusan.
Mempersiapkan pernikahan merupakan suatu proses tindak lanjut setelah seseorang memilih pasangan hidupnya dan menjalani masa pacaran sebagai tahap pengenalan, yang kemudian berkomitmen untuk membentuk sebuah keluarga. Kepentingan dari pernikahan dan keluarga selalu ditekankan berulang- ulang dalam Akitab. Dalam Perjanjian Lama dan Baru, kita dapat temukan banyak petunjuk untuk kehidupan keluarga. Alkitab juga mengungkapkan tentang kehidupan pemimpin- pemimpin keluarga yang terkemuka seperti Abraham, Ishak, Yakub, Daud dan lain-lain. Sejak Adam dan Hawa, pasangan suami-istri selalu menemui masalah- masalah dalam kehidupan rumah tangga, sehingga mereka mengambil kesimpulan sendiri bahwa pernikahan yang langgeng tidak mungkin bisa terjadi. Padahal hal ini disebabkan karena kurangnya dalam mempersiapkan pernikahan.
Mempersiapkan pernikahan juga dapat berarti memperlengkapi atau mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk memasuki dan melaksanakan suatu pernikahan. Mempersiapkan pernikahan yang dimaksud di sini adalah mempersiapkan pernikahan secara kristiani. Pernikahan adalah hubungan monogami yang memiliki ikatan seumur hidup yang serius yang dapat dilakukan oleh sepasang kekasih sepanjang hidup mereka. Tetapi banyak pasangan dalam memasuki pernikahan pada keadaan yang kurang dewasa dan tidak cukup pengertian, sehingga semakin meningkatnya pula jumlah perceraian.
Kita harus meluangkan waktu khusus dalam mempersiapkan pernikahan, sebab ada begitu banyak hal yang perlu dipersiapkan. Pernikahan sebagai lembaga yang mempersatukan dua manusia berlainan jenis memiliki aspek-aspek yang perlu untuk dipikirkan bersama, misalnya proses pengambilan keputusan dalam keluarga kelak, jumlah anak yang diinginkan, dan sebagainya. Pernikahan yang baik memerlukan persiapan yang baik pula.

TUJUAN MEMPERSIAPKAN PERNIKAHAN
Pernikahan merupakan suatu penyatuan antara dua pribadi. Untuk itu diperlukan persiapan dalam memasuki hubungan pernikahan tersebut. Persiapan pernikahan yang diperlukan adalah persiapan bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri, karena mereka adalah dua pribadi dari latar belakang yang berlainan dan akan hidup bersama-sama. Untuk itu tidaklah mudah dalam memasuki suatu pernikahan, sehingga diperlukan persiapan yang baik.
Dalam mempersiapkan pernikahan tentunya memiliki tujuan. Tujuan dari mempersiapkan pernikahan itu sendiri adalah untuk memperlancar acara pernikahan yang akan dilaksanakan dan juga untuk mencapai hubungan pernikahan yang lebih baik. Persiapan pernikahan ini juga dapat bertujuan mempersiapkan sepasang kekasih yang akan menjadi satu ikatan suami-isteri untuk memasuki hubungan pernikahan.
Cara Alkitab dalam mempersiapkan pernikahan adalah sama dengan apa yang dilakukan seseorang dalam mempersiapkan apa saja dalam hidupnya. Prinsip ini harus mewarnai semua aspek kehidupan kita sebagai orang-orang percaya yang sudah lahir kembali. Prinsip itu adalah “… Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat. 22:37).
Hal-hal yang Diperlukan dalam Mempersiapkan Pernikahan
Mempersiapkan pernikahan merupakan suatu proses untuk memasuki suatu hubungan baru, yaitu pernikahan. Dalam hal ini hendaklah supaya mempersiapkan pernikahan pada jauh-jauh hari sebelumnya karena itu hal ini sangat berguna, sehingga pasangan itu mempunyai waktu untuk mengerti aspek-aspek spiritual dari upacara pernikahan tersebut, juga menyadari pentingnya saksi-saksi atas janji yang mereka buat untuk dipersatukan di dalam Tuhan dan mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam mengadakan pernikahan tersebut. Pernikahan kristen adalah pernikahan yang bersifat monogami dan sakral atau suci. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah yang baik dan tepat dalam mempersiapkan pernikahan ini. Adapun hal-hal yang harus diperlukan dalam mempersiapkan pernikahan adalah sebagai berikut.

Mencari dan Bergantung kepada Kehendak Tuhan
Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita sebagai orang percaya. Oleh karena itu dalam mempersiapkan segala sesuatu hendaklah mengandalkan Tuhan. Demikian juga halnya dalam mempersiapkan pernikahan, mencari kehendak Tuhan dan mengandalkan Pribadi-Nya adalah langkah pertama dalam mempersiapkan pernikahan, sebab pernikahan adalah suatu hubungan yang sakral atau suci dan Allah sendiri menjadi saksinya.
Ketaatan kita kepada Tuhan dan FirmanNya memberi kita perlengkapan yang dibutuhkan untuk memenuhi peranan yang Tuhan berikan kepada kita dalam hidup pernikahan dan juga dalam dunia ini. Pelajari dan ikuti petunjuk-petunjuk dalam Alkitab dan lakukanlah semua perencanaan kita untuk kemuliaan Tuhan. Jadi, untuk
mempersiapkan pernikahan, hiduplah dengan cara yang layak sesuai dengan panggilan Kristus Yesus untuk dekat dengan Allah melalui FirmanNya. Pusatkan perhatian pada ketaatan dalam segala hal. Tentu saja mempersiapkan pernikahan ini juga seharusnya membawa kemuliaan bagi Tuhan. Kita diberi janji dalam Amsal 3:5-6, yang mengatakan supaya percayalah kepada Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Kita harus mempercayai Allah dan memandang kepada-Nya serta membuka diri kita kepada-Nya dalam mencari hikmat dan pengertian, maka Ia berjanji untuk membuat rencana kita menjadi baik adanya. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam mempersiapkan pernikahan secara kristiani.

Persiapan secara Batin dan Mental serta Restu dari Orang Tua
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan pernikahan adalah diperlukannya kesiapan batin dan mental di antara sepasang calon suami isteri tersebut. Sepasang kekasih ini akan memasuki hubungan yang lebih serius ke dalam suatu pernikahan, dimana dalam pernikahan tersebut ada dua pribadi yang berbeda latar belakangnya. Jadi diperlukan persiapan secara batin dan mental untuk menyesuaikan dan memadukannya, sehingga perbedaan-perbedaan tersebut bukanlah menjadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Persiapan secara mental dan batin ini juga perlu dipersiapakan supaya ketika sepasang calon pengantin ini memasuki hubungan pernikahan tidak begitu kaget.
Selain dari kesiapan mental dan batin di dalam diri pasangan tersebut, diperlukan juga restu atau persetujuan dari orang tua. Persetujuan dari orang tua ini penting karena merekalah yang telah merawat dan membesarkan kita, sampai kita terpisah dari keluarga dan membentuk keluarga baru bersama pasangan kita. Orang tua juga dapat sebagai wakil dan saksi dalam pelaksanaan pernikahan nantinya. Persetujuan dari orang tua berarti membuka jalan atau restu kepada calon pasangan pengantin untuk membentuk sebuah keluarga baru yang harmonis. Setelah melewati masa pernikahan dan memasuki keluarga baru, kita harus tetap menjalin hubungan yang baik terhadap orang tua dan keluarga-keluarga lainnya.

Konseling Pranikah
Saat yang tepat untuk dapat memulai menangani masalah-masalah dalam pernikahan dan keluarga adalah sebelum masalah itu sendiri timbul. Untuk itu tidak ada salahnya bila sepasang calon suami isteri ini melakukan konseling pranikah. Biasanya konseling pranikah ini dilaksanakan oleh gereja setempat.
Konseling persiapan pernikahan bertujuan untuk mempersiapkan dan menolong individu, pasangan-pasangan, bahkan kadang-kadang anggota keluarga yang lain untuk menciptakan suasana pernikahan yang bahagia. Seperti halnya dengan pencegahan penyakit yang dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit dan menjaga kesehatan tubuh, demikian juga dengan bimbingan persiapan pernikahan. Bimbingan persiapan pernikahan diharapkan dapat mencegah timbulnya kesulitan dalam pernikahan dan kehidupan rumah tangga, disamping tentunya untuk menolong membangun hubungan pernikahan yang bahagia. Dalam konseling pranikah ini paling tidak ada beberapa tujuan yang akan dicapai, yaitu keputusan untuk siap menikah, tahu dan siap menghadapi tekanan-tekanan dalam kehidupan pernikahan, bimbingan untuk mengenal diri sendiri, pertimbangan padangan Alkitab mengenai pernikahan dan merencanakan pernikahan.
Dalam konseling pranikah ada beberapa materi yang diberikan, yaitu materi mengenai pengertian pernikahan itu sendiri yang dipandang dari sudut kristiani, pengenalan terhadap diri sendiri, bagaimana berkomunikasi dengan baik terhadap pasangannya tersebut, juga tentang bagaimana menangani kemarahan yang timbul karena adanya permasalahan-permasalahan, kesediaan untuk berkomitmen seumur hidup, pendidikan seksual, juga tentang anak dan harapan-harapan dalam pernikahan.
Selain itu juga ada beberapa hal yang biasa dianjurkan atau rekomendasi yang diberikan setelah konseling pranikah adalah menyetujui silakan menikah, menunda kalau memang mereka belum siap , meminta dibatalkan, dimana hal ini dilakukan kalau pasangan tersebut dengan jelas-jelas memperlihatkan ketidakcocokan yang sangat parah dan kalau diteruskan tidak akan cocok, karena dapat menyebabkan hubungan yang tidak harmonis.

Persiapan-persiapan lainnya
Selain persiapan-persiapan yang telah dijelaskan sebelumnya, ada juga beberapa persiapan-persiapan lainnya yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan pernikahan, di antaranya adalah: menentukan tanggal pernikahan walaupun pada dasarnya semua hari itu baik, tak ada salahnya mencantumkan tanggal dan bulan favorit sebagai tanggal pernikahan, dimana hal ini juga akan memudahkan pasangan tersebut untuk mengingat dan merayakannya kembali. Menentukan juga perlu dalam mempersiapkan pernikahan. Selain itu juga, menentukan jumlah undangan dan anggaran juga perlu dipersiapkan. Sebelum menentukan anggaran pernikahan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan jumlah undangan, karena menjadi tolak ukur paling tepat untuk menentukan anggaran dan besarnya ruangan untuk tempat resepsi pernikahannya. Anggaran ini juga nantinya diperlukan untuk baju yang akan dipakai pada pernikahan nanti, keperluan kateringnya, gedungnya, persiapan acaranya, dokumentasi, dekorasi, tata rias dan juga untuk anggaran untuk mencetak undangan serta pembuatan souvenirnya. Dalam mempersiapkan pernikahan juga perlu untuk menentukan gedungnya dan bagaimana dekorasi yang diinginkan. Apabila ada kesepakatan di antara kedua belah pihak, dalam mempersiapkan pernikahan bisa juga menentukan gaya dan tema pesta demi keserasian pesta, sehingga anda dan pasangan dapat menentukan kebaya atau gaun dan jas seperti yang akan dikenakan pada saat pesta berlangsung. Padukan warna gaun dan dekorasi dengan warna yang sesuai dengan karakter anda berdua.
Jadi setiap orang yang ingin menikah harus siap memikul beban pasangannya, bahwa dia masuk ke pernikahan membawa satu beban dan pasangannya pun membawa satu beban yang lain dan dia harus siap memikulnya.

DAFTAR PUSTAKA

Collins, Garry R. “Persiapan Pernikahan dan Konseling Kristen.” www.sabda.org. Diakses pada tanggal 12 April 2008.

Graham, Billy. “Menyongsong Pernikahan.” www.sabda.org. Diakses pada tanggal 12 April 2008.

“Persiapan Pernikahan.” www.telaga.com. Diakses pada tanggal 12 April 2008.

Tambunan, Fernando. “Pernikahan Kristen.” http://pemudakristen.tripod.com. Diakses pada tanggal 12 April 2008.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar