Selasa, 10 Maret 2009

HOMO HOMINI HOMO

Manusia adalah makhluk sosial, itulah yang digembargemborkan oleh banyak orang. tetapi, apa itu betul? kata hati kita saat melihat lagi-lagi banyak para pemimpin dan wakil rakyat yang menerima uang suapan! apa mereka layak disebut makhluk sosial? mereka sepertinya lebih pantas disebut homo homini lupus, makhluk yang memangsa sesamanya seperti kata filsuf Perancis ratusan tahun lalu. apakah nurani mereka mati? saat rakyat menjerit dan makan nasi aking, saat masyarakat menangis karena kehilangan pekerjaan, saat suara saudaranya terdengar pilu karena hari ini perutnya belum terisi, mereka tega-teganya menerima suapan milyaran rupiah! mental apaan itu? manusia atau bukan sih, itu kata hati kita marah. tetapi, seperti kata Tuhan Yesus, jangan kamu menghakimi sesamamu, biarlah itu urusan instansi hukum dunia dan kelak Tuhan yang tidak kenal suapan itu akan menghakimi mereka.
manusia selayaknya berlaku seperti manusia adanya. tak perlulah kita menjadi seperti homo homini theos atau manusia yang seperti dewa, atau homo homini angelos atau manusia yang seperti malaikat. cukuplah kiranya kita menjadi manusia yang seutuhnya, manusia yang peka akan penderitaan dan rintihan sesamanya. semoga di pemilu tahun ini kita memiliki wakil-wakil yang kredibel dan merakyat. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar